Cara, Unsur-unsur, dan Fungsi Keagamaan
A. Cara Beragama
Berikut adalah beberapa cara beragama
- Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini
mengikuti cara beragama nenek moyang, leluhur, atau orang-orang dari
angkatan sebelumnya. Pemeluk cara agama tradisional pada umumnya kuat
dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau
pembaharuan, dan tidak berminat bertukar agama.
- Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang
berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti
cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Mudah mengubah cara beragamanya
jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara
beragamnya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau
masyarakat yang lain agamanya.
- Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio
sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati
ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa
berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan
orang tidak beragama sekalipun.
- Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan
akal dan hati (perasaan) di bawah wahyu. Untuk itu mereka selalu
berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan
dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang
yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli
yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul
sebelum mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar
dengan itu semua.
B. Unsur-unsur
-
· Upacara
keagamaan Simbol bahwa masyarakat meyakini adanya Tuhan.
-
·
Emosi
keagamaan Hal yang membuat seseorang melakukan tindakan-tindakan yang bersifat
religi.
- Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi.
- Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut umatnya.
- Umat
penganut Religi Orang yang menganut suatu sistem keyakinan.
- Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara manusia dan
Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat beragama
sesuai dengan ajaran agama.
- Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
- Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama.
-
·
Sistem
kepercayaan Suatu keyakinan yang dipercaya dan membuat manusia menjalankan apa
yang diyakininya.
C. Fungsi
- Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok.
- Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
- Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah.
- Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan.
- Mengajarkan
tentang cara berprilaku yang baik.
- Pedoman perasaan keyakinan.
- Pengungkapan keindahan.
- Pedoman rekreasi dan hiburan.
- Pedoman pendidikan.
- Pedoman untuk keselamatan.
- Sebagai identitas seseorang sebagai umat yang beragama.
- Kebangaan karena mempunyai tuhan tempat kita berserah diri.
- Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.
0 komentar:
Posting Komentar