Our social:

Jumat, 03 Februari 2017

Cara, Unsur-unsur, dan Fungsi Keagamaan

 

A. Cara Beragama

Berikut adalah beberapa cara beragama
  1. Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragama nenek moyang, leluhur, atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pemeluk cara agama tradisional pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan, dan tidak berminat bertukar agama.
  2. Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Mudah mengubah cara beragamanya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragamnya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya.
  3. Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun.
  4. Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) di bawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar dengan itu semua.

B. Unsur-unsur

  • ·        Upacara keagamaan Simbol bahwa masyarakat meyakini adanya Tuhan.
  • ·         Emosi keagamaan Hal yang membuat seseorang melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religi.
  • Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi.
  • Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut umatnya.
  • Umat penganut Religi Orang yang menganut suatu sistem keyakinan.
  • Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat beragama sesuai dengan ajaran agama.
  • Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
  • Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama.
  • ·         Sistem kepercayaan Suatu keyakinan yang dipercaya dan membuat manusia menjalankan apa yang diyakininya.
     

C. Fungsi

  • Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok.
  • Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
  • Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah.
  • Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan.
  • Mengajarkan tentang cara berprilaku yang baik.
  • Pedoman perasaan keyakinan.
  • Pengungkapan keindahan.
  • Pedoman rekreasi dan hiburan.
  • Pedoman pendidikan.
  • Pedoman untuk keselamatan.
  • Sebagai identitas seseorang sebagai umat yang beragama.
  • Kebangaan karena mempunyai tuhan tempat kita berserah diri.
  • Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.

0 komentar:

Posting Komentar