Our social:

Latest Post

Jumat, 17 Februari 2017

Bilangan Bulat



Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan cacah ( 0 ,1, 2, 3, 4, … ) dan bilangan negatifnya (-1, -2, -3, -4, ….).  Bilangann bulat dilambangkan dengan lambang Z atau {\displaystyle \mathbb {Z} }, dari kata Zahlen yang berasal dari bahasa jerman yang berarti "bilangan".





Jadi kesimpulannya yaitu bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari angka negatif atau positif termasuk  nol.  Jika  nilai bilangan semakin kekeri maka bilangan itu semakin kecil dan sebaliknya jika semakin kekanan maka bilangan itu semakin besar. Jadi komponen dari bilangan bulat yaitu ( … -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4 … ).

Sifat Operasi Bilangan Bulat dan Contohnya
1.     Sifat Tertutup
Tertutup terhadap penjumlahan, dan perkalian, artinya jika a,b dan c bilangan bulat, maka akan berlaku rumus :
·         Penjumlahan (+)  a + b = c                              Contoh : 6 + 4 = 10
·         Perkalian (x)  a × b = c                                    Contoh : 5 × 2 = 10
2.     Sifat Komutatif (Pertukaran)
Komutatif terhadap pertukaran penjumlahan dan perkalian. Dalam penjumlahan (+)  dan perkalian (x)  hasilnya akan sama jika kedua bilangan ditukar, maka akan berlaku rumus :
·         Penjumlahan (+)  a + b = b + a                                    Contoh : 2 + 3 = 3 + 2
·         Perkalian (x)  a x b = b x a                              Contoh : 2 x 3 = 3 x 2

3.     Sifat Asosiatif (Pengelompokan)
Asosiatif  (pengelompokan) mempunyai unsur dalam pengelompokan pada penjumlahan dan perkalian, hasil penjumlahan dan perkalian akan tetap sama. Jika  a, b, dan c bilangan bulat maka akan berlaku rumus :
·         Penjumlahan (+)   a + (b + c) = (a + b) + c      Contohnya :  1 + (2 + 3) = (1 + 2) + 3
·         Perkalian (x) a x (b x c) = (a x b) x c              Contohnya :  3 x (2 x 1) = (3 x 2) x 1

4.     Sifat Distributif (Penyebaran)
Terhadap perkalian dan penjumlahan berlaku sifat penyebaran. Jika  a, b, dan c bilangan bulat maka akan berlaku rumus :
·         Penjumlahan (+)  (a x b) + (a x c) = a x (b + c)           Contohnya : (2 x 4) + (2 x 6) = 2 x (4 + 6)
·         Perkalian (x) (a x b) – (a x c) = a x (b – c)      Contohnya : (6 x 4) – (6 x 2) = 6 x ( 4 – 2)




Semoga bermanfaat :)

Senin, 06 Februari 2017

Pemimpin, Kitab, Tempat Ibadah Keagamaan di Indonesia

Agama
Pemimpin Umat
Kitab Suci
Tempat Ibadah
Hari Libur Nasional
Hari Agama Nasional
Pelaksanaan Ibadah
Islam
Kyai
Habib
Syekh
Ulama
Al Quran
Masjid
Musholla
Langgar
Idul Fitri
Idul Adha
Tahun Baru Hijriyah
Maulid Nabi Muhammad SAW
Isra dan Mi'raj
Nuzulul Qur'an
Ramadan
Shalat Jum'at
Nisfu Sya'ban
Idul Fitri
Idul Adha
Tahun Baru Hijriyah
Lima kali sehari dari setiap hari
Kristen Protestan
Pendeta
Alkitab
Gereja
Kelahiran Yesus Kristus
Wafatnya Yesus Kristus
Kebangkitan Yesus Kristus
Kenaikan Yesus Kristus
Jumat Agung
Minggu Paskah
Natal
Minggu (Sabtu bagi Adventist)
Kristen Katolik
Romo/Pastor
Uskup
Patriark
Paus



Rabu Abu
Minggu Palma
Kamis Putih
Jumat Agung
Sabtu Suci
Minggu Paskah
Natal
Setiap hari (Perayaan Ekaristi)
Hindu
Sulinggih
Pedanda
Pandita
Weda
Pura
Nyepi
Deepavali
Galungan
Kuningan
Saraswati
Siwaratri
Pagerwesi
Tiga kali sehari
Buddha
Bhiksu
Dhammaduta
Pandita
Bhante
Rinpoche
Lama
Tripitaka
Vihara
Waisak
Waisak
Kathina puja
Asadha puja
Magha Puja
Setiap hari serta setiap tanggal 1, 8, 15, dan 23 penanggalan Chandra Sengkala
Khonghucu
Xueshi
Wenshi
Jiaosheng
Sishu
Wujing
Xiao Jing
Klenteng
Kong Miao
Wen Miao
Litang
Imlek
Cap Go Meh
Jing Tian Gong (Khing Thi Kong)
Harlah Khonghucu
Hari Wafat Khonghucu
Qing Ming
Duan Wu
Dong Zhi
Tanggal 1 dan 15 Yinli /Imlek, Minggu